Videonya bener2 ajiiib, superb ! Ga bakal rugi buffering.
Videonya bener2 ajiiib, superb ! Ga bakal rugi buffering.
Proud to be an engineer !!!
Harpitnas, hari kejepit nasional, merupakan berkah bagi mahasiswa karena memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk liburan. Entah untuk liburan bareng temen atau sekedar pulang ke kampung halaman buat ketemu emak sama abah. Kalo aku sih lebih milih buat mudik, selain karena udah lama ga pulang, ada maksud lain juga buat pulang yaitu ‘merampok’ orang tua. Hehehe. Tapi dibalik berkah mudik, ada satu hal mengganjal yang bikin aku berpikir 2 kali untuk pulang. Mungkin terdengar sepele, namun terkadang menusuk hati. Setiap aku pulang, ada satu hal rutin Continue reading
“toeet! toeet! duaar! Happy new year”
Ya kurang lebih seperti itulah suasana malam tahun baru di berbagai belahan dunia. Orang-orang turun ke jalan, berkumpul bersama, menunggu jam 12 malam, mengisi malam dengan pesta, dan berharap tahun depan jadi tahun yang lebih baik. Banyak orang berharap pada malam tahun baru agar tahun depan lebih baik tanpa mereka tahu apa saja kesalahan yang sudah mereka lakukan atau kekurangan-kekurangan lain yang mungkin perlu untuk dievaluasi agar tahun depan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Banyak orang lebih gemar membicarakan keburukan, kekurangan dan kesalahan orang lain daripada berbicara pada diri sendiri, jujur pada sendiri atau bertanya pada orang lain Continue reading
Malam ini, sehabis dari pagi mengerjakan tugas, saya iseng-iseng internetan. Browsing sana-sini, baca artikel ini itu, buka web ‘dewasa’ (loh!?), just kiding guys. Hehehe. Sembari diiringi lantunan lagu yang mengalir dari speaker tua saya dan suara tv di belakang saya yang sedang menyiarkan siaran langsung pertandingan sepak bola, saya membaca satu-persatu post di home saya. Ada macem-macem post yang saya baca, mulai dari post orang bernama aneh karena namanya panjang banget, hurufnya tidak tertata dan tentu saja tidak bisa dibaca yang isi postnya pun juga tidak bisa dibaca(lalu kenapa saya membacanya!?), ada juga postingan dari orang-orang yang mengeluh tentang hidup ini. Padahal kalau saya pikir-pikir hidup ini indah sekali, tapi kenapa banyak orang masih mengeluh? Saya terkadang heran sendiri pada keluhan orang-orang, apa mereka tidak bisa ‘melihat’ indahnya dunia? Entahlah. Tapi ada satu post yang langsung menarik perhatian saya, post dari akun Kota Solo.
Kali ini post dari akun Kota Solo berisi berita yang menggembirakan dan Continue reading
Sabtu 24 Desember, satu hari sebelum hari Natal umat Kristen dan Katolik di seluruh dunia. Besok dan lusa adalah hari libur, karena pada tanggal 25 itu hari minggu dan seninnya cuti bersama. Banyak orang, khususnya mahasiswa, memanfaatkan momen ini untuk berlibur dan pulang ke kampung halaman masing-masing. Tidak terkecuali teman-teman kampus dan kos saya. Teman-teman kos saya yang rumahnya di Solo, memutuskan untuk pulang sejenak bertemu keluarga. Berbeda dengan saya, walaupun rumah saya di Solo tetapi saya tidak pulang ke Solo di liburan akhir pekan ini. Bukannya saya tidak kangen ataupun Continue reading
22 Desember 2011, hari ibu di tahun 2011. Banyak orang pada hari ini mengucapkan selamat kepada ibu mereka masing-masing. Ada yang mengucapkan lewat telefon, ada yang mengucapkannya langsung disertai hadiah atau hanya sekedar peluk cium. Tapi ada juga yang hanya sekedar mengucapkan lewat pesan singkat. Banyak orang pada hari ini berlomba-lomba mengungkapkan betapa mereka mencintai ibu mereka. Mungkin kebanyakan orang lupa bahwa ada 364 hari lainnya dimana kita ‘seharusnya’ selalu mengucapkan terima kasih kepada ibu kita, karena kita tahu bahwa ibu kita mencintai kita selama satu tahun, selama 365 hari penuh tanpa ada satu haripun tanpa mencintai kita, memikirkan kita, dan mendoakan kita.
Pagi ini, hari ibu, saya mengucapkan selamat hari ibu kepada ibu saya. Karena pada dasarnya saya bukan orang yang romantis, jadi saya tidak bisa langsung bilang pada ibu saya. Saya lebih nyaman menyampaikannya lewat pesan singkat. Walaupun terdengarnya kurang niat dan ga modal, tapi saya dengan sepenuh hati benar-benar berterima kasih kepada ibu saya atas segala yang sudah beliau berikan pada saya.
Sore harinya ada pesan singkat masuk dari ibu saya. Bukan balasan pesan tadi pagi, tapi ibu saya bertanya, “kapan kamu ujian to?”
Saya pun menjawab apa adanya kapan saya akan ujian, ujian akhir semester tepatnya. Buat apa juga saya mesti berbohong. Ibu saya kembali bertanya, pertanyaan inilah yang sedikit ‘menggelitik’ hati saya. Pertanyaannya seperti ini, “kamu pulang ga? Mau ganti motor ga?”
Saya sedikit kaget mendengar pertanyaan ini, ada angin apa kok ibu saya mau membelikan motor pada anaknya yang sudah besar ini padahal sudah diberi motor yang notabene masih sangat layak pakai. Dengan halus saya menolak tawaran itu, karena saya merasa cukup dengan motor saya yang sekarang. Lagipula saya berpikir jika uang itu bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Saat menolak tawaran ibu saya, saya disitu juga mengakui sebuah kesalahan kepada ibu saya karena sudah merusak handphone yang baru sekitar 3 bulan ini dibelikan ibu saya untuk saya. Dengan perasaan sangat bersalah saya mengakui kecerobohan saya dan berharap ibu saya memaafkan saya. Dan anda tahu apa balasan ibu saya? Marah? Kecewa? Tidak. Saya sangat terkejut ketika membaca pesan balasan dari ibu saya. Ada yang bisa menduganya? Ini pesan balasan dari ibu saya, “lha hpnya masih bisa dijual ndak? Mau beli baru?”. Saya seketika langsung kaget membacanya, bukan marah yang saya dapat tapi tawaran lain yang di luar dugaan. Hati saya sangat terharu membaca pesan balasan ibu saya. Saya berpikir sejenak dan sekali lagi dengan halus saya menolak tawaran ibu saya. Bukan karena tidak butuh saya menolaknya, tapi karena saya berpikir akan busuk sekali diri saya bila menerima tawaran itu. Dengan segala kebutuhan saya mulai dari kuliah hingga hidup saya yang sudah dibiayai ibu saya, belum lagi handphone itu baru berumur 3 bulan dan tidak sedikit uang yang keluar ketika membelinya (bagi saya). Ditambah mengingat esok harinya saya menginjak umur 20 tahun. Saya malu pada diri saya sendiri, di umur yang sudah segini tapi masih banyak merepotkan orang tua saya. Seharusnya saya membalas kebaikan orang tua saya, bukan malah menambah kerepotan mereka. Bisa dibayangkan dari segi kuliah dan biaya hidup saja sudah berapa banyak uang yang ibu saya keluarkan untuk saya, belum lagi kebutuhan-kebutuhan lain. Malu karena masih banyak merepotkan ibu saya, bukannya mengurangi kerepotannya. Malu karena masih banyak bergantung orang tua, harusnya bisa lebih mandiri. Malu karena sering melupakan semua kebaikan orang tua saya, terutama ibu.
Malam ini, saya termenung di kamar. Merenungi diri saya yang esok hari sudah berumur 20 tahun. Saat itu pula terlintas di pikiran saya tentang kebaikan ibu saya selama ini. Banyak hal terlintas di pikiran saya. Seketika hati saya sangat terharu, tanpa sadar air matapun keluar dengan sendirinya. Betapa banyak kebaikan ibu saya dan betapa banyak keburukan yang sudah saya lakukan. Sekali lagi saya malu pada diri saya sendiri! Apa yang sudah bisa saya banggakan pada orang tua saya? Apa yang sudah bisa saya persembahkan pada mereka?
Mungkin ini salah satu alasan Allah mengijinkan saya lahir tanggal 23 Desember, agar pada tanggal 22 Desember malam saya bisa merenung dan berpikir tentang umur saya, apa yang sudah saya capai selama ini, berpikir betapa banyak yang sudah ibu saya berikan, dan apa saja yang sudah saya persembahkan untuk ibu saya.
Banyak sekali yang sudah ibu kita berikan kepada kita, maka jangan sia-siakan kehadirannya. Ibu kita yang sudah merawat kita dari kecil dan membimbing kita hingga sekarang. Ibu kita tentu sudah mengorbankan banyak hal demi kebaikan kita. Jangan kecewakan dia.
Terima kasih, Mama…
Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.
Here are some suggestions for your first post.